BAWASLU: Pemilu sering kali dipandang selesai ketika masyarakat telah memberikan suara di TPS. Padahal, kepedulian terhadap demokrasi tidak seharusnya berhenti setelah seseorang mencoblos.
Demokrasi merupakan proses yang terus berjalan. Karena itu, masyarakat tetap memiliki peran untuk menjaga nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Pengawasan Tidak Berhenti pada Pencoblosan
Pemilu memiliki berbagai tahapan yang berlangsung sebelum dan sesudah pemungutan suara. Masyarakat dapat terus mengikuti informasi resmi dan memahami proses yang sedang berlangsung.
Sikap kritis juga tetap dibutuhkan. Masyarakat dapat memberikan masukan dan menyampaikan informasi melalui jalur yang tepat apabila menemukan persoalan.
Budaya Demokrasi Dimulai dari Sehari-hari
Menjaga demokrasi tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan besar.
Menghargai pendapat orang lain, tidak menyebarkan informasi palsu, tidak memaksakan pilihan, menghormati perbedaan, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab merupakan bagian dari budaya demokrasi.
Dengan kebiasaan tersebut, nilai-nilai demokrasi tidak hanya hadir pada masa pemilu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Bawaslu dan Masyarakat
Bawaslu memiliki tugas dan kewenangan dalam pengawasan pemilu. Namun, membangun budaya demokrasi membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Masyarakat yang peduli terhadap proses demokrasi akan lebih mudah memahami pentingnya pengawasan dan pencegahan pelanggaran.
Karena itu, partisipasi masyarakat tidak seharusnya berakhir ketika surat suara telah dimasukkan ke dalam kotak suara.
“Setelah memilih, tetap peduli. Karena demokrasi bukan hanya tentang siapa yang dipilih, tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama menjaganya”.
Penulis : Dede Hadhori
Editor : Medya Fahrurrazi