BAWASLU: Demokrasi memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk berpartisipasi. Karena itu, penyelenggaraan pemilu perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat dengan beragam kondisi, termasuk penyandang disabilitas, perempuan, lanjut usia, serta kelompok masyarakat lainnya.
Partisipasi dalam pemilu bukan hanya tentang menggunakan hak suara. Setiap warga juga memiliki kesempatan untuk memperoleh informasi dan ikut mengawasi proses demokrasi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.
Informasi Harus Dapat Diakses
Salah satu hal penting adalah memastikan informasi mengenai pemilu dapat diterima oleh masyarakat secara luas.
Materi edukasi perlu disampaikan dengan cara yang mudah dipahami dan, jika diperlukan, menyesuaikan kebutuhan kelompok tertentu.
Hal ini penting agar tidak ada masyarakat yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses terhadap informasi.
Semua Memiliki Peran
Penyandang disabilitas, perempuan, lansia, dan kelompok masyarakat lainnya bukan hanya penerima manfaat dari proses demokrasi. Mereka juga dapat menjadi bagian dari pengawasan partisipatif.
Misalnya dengan memahami hak sebagai pemilih, mengetahui larangan dalam pemilu, mengawasi lingkungan sekitar, serta menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran.
Bawaslu juga memiliki peran untuk memastikan pengawasan dan edukasi dapat menjangkau masyarakat secara luas.
Membangun Demokrasi yang Inklusif
Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi masyarakat yang luas.
Ketika setiap kelompok masyarakat mendapatkan kesempatan untuk memahami dan berpartisipasi, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi milik kelompok tertentu.
“Demokrasi adalah milik semua. Karena itu, kesempatan untuk memahami, berpartisipasi, dan mengawasi juga harus terbuka bagi semua”.
Penulis : Dede Hadhori
Editor : Medya Fahrurrazi